Tuesday, 26 August 2014

IBU

berjuta kata coba ku rangkai
ketika memandang wajahmu
jutaan goresan tinta tangan telah ku tuli
sakantak satupun yang aku dapatkan


ketika tubuhku terdiam waktu yang begitu cepat
keadaan yang tak damai
aku tak mampu akan sulitnya merangkai kata untukmu


karena kata-kata yangku rangkai semuanya tidak cukup untukmu
kasih sayangmu jauh lebih indah dari goresan tanganku
keikhlasan belain tanganmu lebih berharga 


sebuah penghargaan yang ingin ku berikan kepadamu
walau tak sebanding dengan ketulusan yang engkau berikan untukku

Lembaran baru

sudah lama aku tak membuka 
sudah lama pula aku tak melihat isi di dalamnya
sudah lama aku mendiamkan begitu saja

hari ini aku mencoba membukanya kembali
hari ini juga aku memulai menulis hal yang baru
hari ini pula aku merubah hidupku yang baru bersamamu

tuntun aku untuk membuka lembaran baru ini
tuntun aku menjalani hidupku ini bersamamu

Kesalahku

aku menangis bukan karenamu
aku menangis bukan karena salahmu
aku menangis bukan karena khilafmu

sekarang aku sadar akan salahku
sekarang aku terbangun akan salahku
sekarang aku terdiam dengan salahku

aku terima akan kesalahku
aku terima akan timbal balik salahku
aku terima akan kecewaanku

maafkan aku sayang
maafkan aku akan salaku ini
maafkan aku akan sikapku