TUGAS 4
SISTEM BERKAS
Makalah
Organisasi
Berkas Indexed Sequential
Makalah
Organisasi
Berkas Indexed Sequential
Disusun oleh :
Nama : Nur Sa'idah
NIM : 121051077
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
Sistem dapat diartikan
sekumpulan komponen yang saling berinteraksi untuk menghasilkan suatu hal atau
tujuan.
Berkas adalah sebuah
unit tempat menyimpan informasi. dapat diakses lebih dari satu proses, dapat
dibaca, dan bahkan menulis yang baru.
Sedangkan Sistem Berkas
adalah sistem penyimpanan pengorganisasian, pengelolaan data pada alat
penyimpanan eksternal, dengan menggunakan teknik organisasi data tertentu.
Pengertian organisasi
berkas adalah teknik atau cara untuk menyatakan dan menyimpan record-record
dalam berkas/file.
Record adalah merupakan
kumpulan dari data yang terstruktur. Dalam record setiap elemen bisa mempunyai
data yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Model dasar berkas file
terdiri atas 4 macam, yaitu: (1) Sequential, (2) Relative, (3) Index Squential
dan (4) Multi Key.
1.2. Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah
dalam makalah ini yaitu sebagai berikut :
1. Apa
pengertian Organisasi Berkas Index Sequential ?
2. Hal-hal
yang berhubungan dengan Organisasi Berkas Index Sequential ?
3. Apa
keuntungan dan kerugian pada Organisasi Berkas Index Sequential ?
4. Bagaimana
tahapan-tahapan dalam penyusunan Organisasi Berkas Index Sequential?
5. Apa
yang dimaksud dengan struktur pohon?
6. Apa
yang dimaksud dengan pohon biner?
7. Implementasi Organisasi
Berkas Index Sequential
1.3. Maksud
dan Tujuan
Secara umum tujuan
penyusunan makalah ini bertujuan untuk :
1. Sebagai
salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Berkas dan
Pengarsipan Semester IV
2. Menjelaskan
tentang Organisasi Berkas Index Sequential.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Organisasi Berkas Indeks Sequential
Organisasi berkas
indeks sequential adalah berkas/file yang disusun sedemikian rupa sehingga
dapat diakses secara sequential (berurutan) maupun secara direct (langsung)
atau kombinasi keduanya. Atau bisa diartikan bahwa berkas index sequential ini
merupakan kombinasi dari berkas sequential dan berkas relatif.
Organisasi berkas ini
mirip dengan Organisasi Berkas Sequential dimana setiap rekaman disusun secara
beruntun di dalam file, hanya saja ada tambahan indeks yang digunakan untuk
mencatat posisi atau alamat dari suatu kunci rekaman di dalam file.
2.2. Hal-Hal Yang
Berhubungan Dengan Organisasi Berkas Index Sequential
2.2.1. Jenis
Akes Berkas Index Sequential :
1) Akses
Sequential (suatu cara pengaksesan record yang didahului pengaksesan record-record
didepannya). Contoh Magnetic Tape.
2) Akses
Direct (suatu cara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh
record yang ada). Contoh: Magnetic Disk.
2.2.2. Jenis
Proses Berkas Index Sequential :
1) Batch
(proses mengolah data dengan menghimpunnya terlebih dahulu kemudian mengatur
dan mengelompokkannya ke dalam kelompok-kelompok yang disebut batch atau bisa
diartikan suatu proses yang dilakukan secara group dan kelompok). Contoh File
ada kalau didukung file lain, file nilai, ada dosen, mahasiswa, dan lain-lain.
2) Interactive
(mengolah data dengan saling berhubungan atau berkaitan secara langsung yang
dilakukan secara satu persatu yaitu record demi record). Contoh pencarian IPK
mahasiswa yang lebih dari 3.
2.2.3. Struktur
Berkas Index Sequential:
1) Index
=binary search tree
2) Data
=sequential
Index-nya digunakan
untuk melayani sebuah permintaan untuk mengakses sebuah record tertentu.
Sedangkan data-nya digunakan untuk mendukung akses squential terhadap seluruh
kumpulan-kumpulan record.
2.3. Keuntungan
dan Kerugian Dalam Organisasi Berkas Index Sequential :
2.3.1. Kegunaan
Sekaligus Keunggulan Index Sequential File
· Bentuk
file yang paling banyak dipakai.
· Dipakai
bila file ingin selalu dalam kondisi up to date.
· Sebuah
record dapat di insert (dimasukkan/ditambah) atau di retrieve
(dibetulkan/dikembalikan semula) secara langsung melalui indexnya.
· Sangat
sesuai untuk proses secara on-line
· Bisa
juga diakses secara sequential
· Mempunyai
semua keunggulan dari sequential file
2.3.2. Kelemahan
Index Sequential File
· Search/pencarian
hanya bisa melalui sebuah key saja, yaitu key yang mengurutkan file
Performance.
· Diperlukan
perubahan data, maka seluruh record yang tersimpan didalam master file ini,
harus semuanya diproses terlebih dahulu.
· Data
yang tersimpan harus sudah urut (sorted).
· Posisi
data yang tersimpan sangat sulit untuk up-to-date, sebab master file hanya bisa
berubah saat proses selesai dilakukan.
· Tidak
bisa dilakukan secara langsung.
2.4. Tahapan
Dalam Organisasi Berkas Secara Sequential
Ada beberapa tahapan dalam
organisasi berkas secara sequential, yaitu :
1. Pengumpulan
Data
Proses dimana data yang
ada dikumpulkan secara berurut berdasarkan klasifikasi yang membedakannya. Pada
tahap pengumpulan data ini, semua data akan diurutkan secara bertahap dan terorganisir
dengan baik.
2. Pemasukkan
Data ( Input Data )
Pada tahap ini,
data-data yang telah dibedakan dan dikumpulkan tersebut akan secara permanent
dimasukkan ( di input ) kedalam suatu device penyimpanan. Device ( media )
penyimpanan ini dapat berupa memori atau device penyimpanan lainnya.
3. Pengeditan
Data
Tahap selanjutnya yang
harus dilakukan dalam proses secara sequential adalah pengeditan data. Setelah
data yang ada dikumpulkan dan proses input data juga telah dilakukan maka
proses selanjutnya adalah editing. Dalam tahap ini data yang telah di input
akan diubah ( edit ).
4. Penyortiran
Data Yang Telah Di Edit
Tahap terakhir dalam
tahap sequential ini adalah penyortiran. Setelah user melakukan pengeditan pada
data-data yang ada, maka selanjutnya data yang telah di edit tersebut kan di
sortir.
2.5. STRUKTUR
POHON
Sebuah pohon (tree)
adalah struktur dari sekumpulan elemen, dengan salah satu elemennya merupakan
akarnya atau root, dan sisanya yang lain merupakan bagian-bagian pohon yang
terorganisasi dalam susunan berhirarki, dengan root sebagai puncaknya.
Contoh umum dimana
struktur pohon sering ditemukan adalah pada penyusunan silsilah keluarga,
hirarki suatu organisasi, daftar isi suatu buku dan lain sebagainya.
Akar pohon (root) adalah Handoko.
Secara rekursif suatu
struktur pohon dapat didefinisikan sebagai berikut:
· Sebuah
simpul tunggal adalah sebuah pohon.
· Bila
terdapat simpul n, dan beberapa sub-pohon T1,T2,...,Tk, yang
tidak saling berhubungan, yang masing-masing akarnya adalah
n1,n2,..., nk, dari simpul/sub pohon ini dapat dibuat sebuah pohon baru dengan
n sebagai akar dari simpul-simpul n1,n2,...,nk.
2.6. POHON
BINER
Pohon Biner adalah Binary
Tree atau Pohon Biner adalah sebuah tree yang setiap nodenya maksimal hanya
memiliki dua anak. Salah satu tipe pohon yang paling banyak dipelajari adalahpohon biner.
Pohon Biner adalah pohon yang setiap simpulnya memiliki paling
banyak dua buah cabang/anak.
Contoh:
Pada contoh gambar
tersebut, indeksnya disusun berdasarkan binary search tree. Indeksnya digunakan
untuk melayani sebuah permintaan untuk mengakses sebuah record tertentu,
sedangkan berkas data sekeunsial digunakan untuk mendukung akses sekuensial
terhadap seluruh kumpulan record-record.
2.7. IMPLEMENTASI
ORGANISASI BERKAS INDEX SEQUENTIAL
Ada 2 pendekatan dasar
untuk mengimplementasikan konsep dari organisasi berkas indeks sequential ,
yaitu:
1. Blok
Indeks dan Data (Dinamik)
2. Prime
dan Overflow Data Area (Statik)
Kedua pendekatan
tersebut mengunakan sebuah bagian indeks dan sebuah bagian data, dimana
masing-masing menempati berkas yang terpisah.
Alasannya :
Karena Kedua
pendekatan tersebut menggunakan bagian indeks dan bagian data, dimana
masing-masing menempati file yang terpisah. Karena diimplementasikan pada
organisasi internal yang berbeda. Masing-masing file tersebut harus menempati
pada alat penyimpan yang bersifat Direct Access Storage Device (DASD).
Keterangan:
1. Blok
Indeks dan Data (Dinamik)
Pada pendekatan ini
berkas indeks dan berkas data diorganisasikan dalam blok. Berkas indeks
mempunyai struktur tree, sedangkan berkas data mempunyai struktur sekuensial
dengan ruang bebas yang didistribusikan antar populasi record.
Untuk cara pertama,
kita menyusun data dengan lebih memperhatikan ke data yang bersifat logik,
bukan fisik. Jadi, data dan index diorganisasikan ke dalam blok-blok. Blok-blok
index diorganisasi secara sequential (consecutive) dan bertingkat-tingkat
(misal setiap blok hanya berisi 4 record index yang berisi key field dan
pointer).
Setiap tingkat akan
menuju ke blok data (misal setiap blok hanya berisi 4 record data) di
tingkat selanjutnya dan seterusnya menuju ke blok data yg akan mendapatkan
record yg dicari secara direct.
Bila dilakukan
penyisipan data dan blok tertentu (tempat data baru itu) sudah penuh (tidak ada
tempat kosong/ padding lagi), maka akan dilakukan reorganisasi blok dengan
membentuk blok baru. Tentu, mungkin saja perubahan ini akan berdampak pada isi
blok index-nya.
Bila dilakukan
penyisipan data dan track tertentu (tempat data baru itu) sudah penuh (tidak
ada tempat kosong/ padding lagi), maka akan dilakukan reorganisasi track dengan
membentuk track baru.Tentu, track baru itu di luar prime data file-nya, yaitu
di overflow data area-nya
.Contohnya ;
Pada gambar
tersebut ada N blok data dan 3 tingkat dari indeks. Setiap entry pada indeks
mempunyai bentuk (nilai key terendah, pointer), dimana pointer menunjuk pada
blok yang lain, dengan nilai key-nya sebagai nilai key terendah. Setiap tingkat
dari blok indeks menunjuk seluruh blok, kecuali blok indeks pada tingkat
terendah yang menunjuk ke blok data.
Jika sebuah permintaan
untuk mengakses record tertentu, misal kita ingin mengakses dengan nilai key
BAT, indeks dengan tingkat tertinggi (dalam hal ini blok indeks 3-1) yang
pertama yang akan dicari pada contoh ini, pointer dari AARDVARK menunjuk blok
indeks 2-1. Pointer yang ditunjuk pada kotak tersebut adalah pointer yang
berisikan AARDVARK, yang akan menunjuk ke blok indeks 1-1. Pointer berikutnya
yang akan ditunjuk adalah pointer yang berisi BABOON, yang selanjutnya akan
menunjuk blok data 2. Blok data ini akan mencari untuk record dengan key
tujuan, yaitu BAT, dimana pada blok ini record tersebut ditemukan.
2. Prime
dan Overflow Data Area (Statik)
Pendekatan lain untuk
mengimplementasikan berkas indeks sequential adalah berdasarkan struktur indeks
dimana struktur indeks ini lebih ditekankan pada karakteristik hardware (fisik)
dari penyimpanan, dibandingkan dengan distribusi secara logik dari nilai key.
Indeksnya ada beberapa
tingkat, misalnya tingkat cylinder index dan tingkat track index. Berkas
datanya secara umum diimplementasikan sebagai 2 berkas, yaitu prime area dan
overflow area.
Contohnya :
Setiap cylinder dari
alat penyimpanan mempunyai 4 track. Pada berkas binatang ada 6 cylinder yang
dialokasikan pada prime data area. Track pertama (nomor 0) dari setiap cylinder
berisi sebuah indeks pada record key dalam cylinder tersebut.
Dalam sebuah track
data, tracknya disimpan secara urut berdasarkan nilai key. Tingkat pertama dari
indeks dalam berkas indeks dinamakan master indeks. Tingkat kedua dari
indeks dinamakan cylinder indeks.
Entry pada master
indeks: nilai key tertinggi, pointer. Entry pada cylinder indeks: nilai
key tertinggi, nomor cylinder.
Contoh Pengaksesan:
Misal : mengakses
dengan nilai key BAT
Ø Pertama :
Cari pada master indeks,
Ø Kedua :
Karena BAT ada di depan LYNX, maka pointer dari LYNX akan menunjuk ke
cylinder index,
Ø Ketiga :
Karena BAT ada di depan ELEPHANT, maka pointer dari ELEPHANT akan menunjuk ke
track 0 dari cylinder 1,
Ø Keempat :
Karena BAT ada di belakang BABOON dan di depan COW, maka pointer dari BABOON
akan menunjuk ke track 2,
Ø Kelima :
Cari secara sequential sampai BAT ditemukan.
Hal ini bisa
disimpulkan: Permintaan untuk mengakses data secara sequential akan
dilakukan dengan mengakses cylinder dan track dari berkas data prime
secara urut.
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Dari data diatas maka
didapatkan kesimpulan yaitu Organisasi berkas indeks sequential adalah
Berkas/file yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat diakses secara
sequential maupun secara direct (langsung) atau kombinasi keduanya, direct dan
sequential data merupakan segala sesuatu yang masih dalam bentuk bahan mentah
yang akan diproses. Data yang sudah diproses tersebut dan berguna bagi orang
yang menerimanya ini disebut sebagai informasi.
Indeks disusun
berdasarkan binary search tree dan digunakan untuk melayani sebuah permintaan
untuk mengakses sebuah record tertentu.
Berkas data sequential digunakan
untuk mendukung akses sequential terhadap seluruh kumpulan record-record. Pada
pendekatan ini kita menyusun data dengan lebih memperhatikan ke data yang
bersifat logik, bukan fisik, jadi berkas indeks dan berkas data diorganisasikan
dalam blok.
· Berkas
indeks mempunyai struktur tree
· Berkas
data mempunyai struktur sequential dengan ruang bebas yang didistribusikan
antar populasi record.
Didalam organisasi
Berkas index sequential ini ada 2 pendekatan dasar untuk mengimplementasikan
konsep dari organisasi berkas indeks sequential , yaitu: Blok Indeks dan Data
(Dinamik) , Prime dan Overflow Data Area (Statik) .
DAFTAR PUSTAKA
1. Download
artikel dari
http://oktosetia.blogspot.com/2011/12/materi-mata-kuliah-sistem-berkas.html
3. http://journal.mercubuana.ac.id/data/1Bab5.doc





No comments :
Post a Comment