TUGAS KUIS
SISTEM BERKAS
Disusun Oleh :
NAMA : Nur Sa’idah
NIM : 121051077
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2015
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil‘alamin, puji dan
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Sistem Berkas dengan
judul “ORGANISASI BERKAS DIRECT ACCESS”.
Makalah ini disusun guna memenuhi syarat tugas belajar mengajar mata kuliah
Sistem Berkas semester 6 di Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dan
mendukung penyelesaian tulisan ini, antara lain :
1. Bapak Edhy
Sutanta, S.T., M. Kom, selaku dosen pengampu mata kuliah Sistem Berkas.
2. Orang tua
yang telah memberikan dukungan baik secara material maupun imaterial.
3. Berbagai
pihak yang telah membantu penulis.
Penulis menyadari bahwa kemampuan dalam menulis masih banyak
kekurangan. Untuk itu penulis mohon maaf dan dengan kerendahan hati, penulis
bersedia menerima kritik saran yang bersifat membangun untuk memperbaiki
makalah ini.
Yogyakarta, 2015
Penulis
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masalah
File atau berkas dapat menyimpan suatu
informasi. Bila digunakan, informasi tersebut harus diakses dan dibaca ke
memory. Terdapat beberapa cara mengakses informasi pada file yaitu akses
berurutan (sequential access), akses langsung (Direct access atau relative
access) dan metode akses lain. Tiap cara pengaksesan ini berbeda dari satu
sistem dengan sistem yang lainnya.
Untuk kesempatan kali ini saya akan
menjelaskan karakteristik dan bagaimana Akses Langsung atau Direct Access
untuk melakuakan mengorganisasikan berkas.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penulisan makalah ini yaitu :
1. Apa yang
dimaksud dengan Direct Access ?
2. Apa yang
dimaksud dengan Berkas Relative ?
3. Bagaimana
proses dari metode Direct Access ?
4. Bagaimana
keuntungan dan kelemahan dari Direct Access ?
1.3 Maksud dan Tujuan
Pada penulisan makalah kali ini memiliki maksud dan tujuan,
diantaranya adalah:
1. Untuk memenuhi tugas pada mata
kuliah Sistem Berkas.
2. Memberikan penjelasan mengenai
salah satu cara pengaksesan data yaitu Direct Access.
3. Dapat
memahami tentang bagaimana proses metoe organisasi berkas Direct Access.
BAB 11
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Direct Access
Direct Access adalah suatu cara pengaksesan record yang
langsung, tanpa mengakses seluruh record yang ada. Direct Access merupakan
metode yang membiarkan program membaca dan menulis dengan cepat pada berkas
yang dibuat dengan fixed-length logical order tanpa adanya urutan. Metode ini
sangat berguna untuk mengakses informasi dalam jumlah besar.
Operasi berkas pada metode ini harus dimodifikasi untuk
menambahkan nomor blok sebagai parameter. Pengguna menyediakan nomor blok ke
sistem operasi biasanya sebagai nomor blok relatif, yaitu indeks relatif
terhadap awal berkas. Penggunaan nomor blok relatif bagi sistem operasi adalah
untuk memutuskan lokasi berkas diletakkan dan membantu mencegah pengguna dari
pengaksesan suatu bagian sistem berkas yang bukan bagian pengguna tersebut.
Seperti sequential access, direct access
juga menggunaka shared read/write mechanism, tetapi setiap blok dan record
memiliki alamat yang unik berdasarkan lokasi fisik.
Akses dilakukan secara langsung terhadap
kisaran umum (general vicinity) untuk mencapai lokasi akhir, dengan waktu akses
yang bervariasi.. Contoh direct access adalah akses pada disk.
Metode langsung sering digunakan untuk
permintaan pengaksesan yang cepat di mana panjang dari record yang tetap
digunakan dan dimana record selalu diakses sekali dalam satu waktu. Contoh
seperti direktori, table Nama, jadwal.
Metode ini masih menggunakan key field
untuk setiap record, tetapi tidak menggunakan konsep yang berurut. Metode
direct menggunakan fungsi hashing pada nilai kunci dari file Metode Hashing
intinya digunakan untuk mengurangi banyaknya ruang alamat yang digunakan serta
melakukan pemetaaan (melakukan konversi) dari kunci rekaman yang memiliki
cakupan nilai yang luas ke nilai alamat yang memiliki cakupan yang telah dipersempit
Untuk melakukan pemetaan (konversi) dari
kunci rekaman ke alamat rekaman digunakan suatu fungsi yang dinamakan Fungsi
Hash sedangkan output dari fungsi hash dinamakan sebagai home address dari
rekaman yang kuncinya diproses, bentuk dari fungsi hash :
f (key) → address
Keuntungan
kemampuan mengakses record secara langsung. Sebuah record dapat
di retrieve, insert, modifikasi atau di
delete; tampa mempengaruhi record lain dalam berkas yang sama.
Contoh : Magnetic Disk
Direct
Access
Ø Seperti sequential access, direct
access juga menggunaka shared read/write mechanism, tetapi setiap blok dan
record memiliki alamat yang unik berdasarkan lokasi fisik.
Ø Akses dilakukan secara langsung
terhadap kisaran umum (general vicinity) untuk mencapai lokasi akhir.
Ø Waktu aksesnya bervariasi.
Ø Contoh direct access adalah akses
pada disk.
1. Sequential Access
•
Memori diorganisasikan menjadi unit-unit
data, yang disebut record.
•
Akses dibuat dalam bentuk urutan linier
yang spesifik.
•
Informasi pengalamatan dipakai untuk
memisahkan record-record dan untuk membantu proses pencarian.
•
Mekanisme baca/tulis digunakan secara
bersama (shared read/write mechanism), dengan cara berjalan menuju lokasi yang
diinginkan untuk mengeluarkan record.
•
Waktu access record sangat bervariasi.
•
Contoh sequential access adalah akses pada
pita magnetik
2. Direct Access
•
Seperti sequential access, direct access
juga menggunaka shared read/write mechanism, tetapi setiap blok dan record
memiliki alamat yang unik berdasarkan lokasi fisik.
•
Akses dilakukan secara langsung terhadap
kisaran umum (general vicinity) untuk mencapai lokasi akhir.
•
Waktu aksesnya bervariasi.
•
Contoh direct access adalah akses
pada disk.
3. Random Access
•
Setiap lokasi dapat dipilih secara random
dan diakses serta dialamati secara langsung.
•
Waktu untuk mengakses lokasi tertentu tidak
tergantung pada urutan akses sebelumnya dan bersifat konstan.
•
Contoh random access adalah sistem memori
utama.
4. Associative Access
•
Setiap word dapat dicari berdasarkan pada
isinya dan bukan berdasarkan alamatnya.
•
Seperti pada RAM, setiap lokasi memiliki
mekanisme pengalamatannya sendiri.
•
Waktu pencariannya tidak bergantung secara
konstan terhadap lokasi atau pola access sebelumnya.
•
Contoh associative access adalah memori
cache.
1.
Direct Access;
Adalah suatu cara pengaksesan record yang
langsung, tanpa mengakses seluruh record yang ada. Contoh : Magnetic
Disk.
2.
Sequential Access;
Adalah suatu cara pengaksesan record, yang
didahului pengaksesan record-record di depannya. Contoh : Magnetic
Tape.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi dalam proses pemilihan organisasi file :
· Karakteristik
dari media penyimpanan yang digunakan
· Volume
dan frekuensi dari transaksi yang diproses
· Respontime
yang diperlukan
Cara
memilih organisasi file tidak terlepas dari 2 aspek utama, yaitu :
1.
Menurut Model penggunaannya ada 2 cara :
1. Batch; Suatu proses yang dilakukan secara
group atau kelompok.
2. Interactive; Suatu proses yang dilakukan
secara satu persatu, yaitu record demi record.
2.
Menurut model OPERASI FILE ada 4 cara :
1. Creation;
> Membuat struktur file lebih dahulu,
menentukan banyak record baru, kemudian
record-record dimuat ke dalam file tersebut.
> Membuat file dengan cara merekam record
demi record.
2. Update;
Untuk menjaga agar file tetap up to
date.
Contoh: Insert / Add, Modification, Deletion.
3. Retrieval;
Pengaksesan sebuah file dengan tujuan untuk
mendapatkan informasi.
Inquiry: Volume data rendah, model
proses interactive.
Report Generation: Volume data tinggi,
model proses batch.
File Retrieval terbagi 2, yaitu :
1. Comprehensive Retrieval,
Mendapatkan informasi dari semua record
dalam sebuah file.
Contoh : * Display all
* List nama, alamat
2. Selective Retrieval,
Mendapatkan informasi dari record-record
tertentu berdasarkan persyaratan tertentu.
Contoh : * List for gaji = 100000
* List nama, npm, for angkatan = 93
4. Maintenance;
Perubahan yang dibuat terhadap file dengan
tujuan memperbaiki penampilan program
dalam mengakses file tersebut.
> Restructuring
Perubahan struktur file.
Misalnya :
Panjang field diubah, penambahan field
baru, panjang record dirubah.
> Reorganization
Perubahan organisasi file dari organisasi
yang satu, menjadi organisasi file
yang lain.
Misalnya :
* Dari organisasi file sequential menjadi
indeks sequential.
* Dari direct menjadi sequential.
DAFTAR
PUSTAKA
http://lagumellow23.blogspot.com/2010/11/sistem-berkas-langsung.html
http://restupamujitriatmoko.blogspot.com/2012/01/organisasi-file.html
http://cheesterzone.blogspot.com/2011/03/organisasi-berkas.html

No comments :
Post a Comment