Sunday, 10 May 2015

TUGAS 6 Organisasi Berkas Direct Access DIRECT


TUGAS KUIS
SISTEM BERKAS




Disusun Oleh :
NAMA                 : Nur Sa’idah
NIM                     : 121051077


JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2015






KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil‘alamin, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Sistem Berkas dengan judul “ORGANISASI BERKAS DIRECT ACCESS”. Makalah ini disusun guna memenuhi syarat tugas belajar mengajar mata kuliah Sistem Berkas semester 6 di Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta.
            Penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dan mendukung penyelesaian tulisan ini, antara lain :
1.      Bapak Edhy Sutanta, S.T., M. Kom, selaku dosen pengampu mata kuliah Sistem Berkas.
2.      Orang tua yang telah memberikan dukungan baik secara material maupun imaterial.
3.      Berbagai pihak yang telah membantu penulis.
Penulis menyadari bahwa kemampuan dalam menulis masih banyak kekurangan. Untuk itu penulis mohon maaf dan dengan kerendahan hati, penulis bersedia menerima kritik saran yang bersifat membangun untuk memperbaiki makalah ini.



                                                                        Yogyakarta,   2015


                                                                                    Penulis










BAB 1
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah
File atau berkas dapat menyimpan suatu informasi. Bila digunakan, informasi tersebut harus diakses dan dibaca ke memory. Terdapat beberapa cara mengakses informasi pada file yaitu akses berurutan (sequential access), akses langsung (Direct access atau relative access) dan metode akses lain. Tiap cara pengaksesan ini berbeda dari satu sistem dengan sistem yang lainnya.
Untuk kesempatan kali ini saya akan  menjelaskan  karakteristik dan bagaimana Akses Langsung atau Direct Access untuk melakuakan mengorganisasikan berkas.

1.2    Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penulisan makalah ini yaitu :
1.         Apa yang dimaksud dengan Direct Access ?
2.         Apa yang dimaksud dengan Berkas Relative ?
3.         Bagaimana proses dari metode Direct Access ?
4.         Bagaimana keuntungan dan kelemahan dari Direct Access ?
  
1.3    Maksud dan Tujuan
Pada penulisan makalah kali ini memiliki maksud dan tujuan, diantaranya adalah:
1.      Untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Sistem Berkas.
2.      Memberikan penjelasan mengenai salah satu cara pengaksesan data yaitu Direct Access.
3.      Dapat memahami tentang bagaimana proses metoe organisasi berkas Direct Access.
     

BAB 11
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Direct Access
Direct Access adalah suatu cara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record yang ada. Direct Access merupakan metode yang membiarkan program membaca dan menulis dengan cepat pada berkas yang dibuat dengan fixed-length logical order tanpa adanya urutan. Metode ini sangat berguna untuk mengakses informasi dalam jumlah besar.
Operasi berkas pada metode ini harus dimodifikasi untuk menambahkan nomor blok sebagai parameter. Pengguna menyediakan nomor blok ke sistem operasi biasanya sebagai nomor blok relatif, yaitu indeks relatif terhadap awal berkas. Penggunaan nomor blok relatif bagi sistem operasi adalah untuk memutuskan lokasi berkas diletakkan dan membantu mencegah pengguna dari pengaksesan suatu bagian sistem berkas yang bukan bagian pengguna tersebut.
Seperti sequential access, direct access juga menggunaka shared read/write mechanism, tetapi setiap blok dan record memiliki alamat yang unik berdasarkan lokasi fisik.
 Akses dilakukan secara langsung terhadap kisaran umum (general vicinity) untuk mencapai lokasi akhir, dengan waktu akses yang bervariasi.. Contoh direct access adalah akses pada disk.
Metode langsung sering digunakan untuk permintaan pengaksesan yang cepat di mana panjang dari record yang tetap digunakan dan dimana record selalu diakses sekali dalam satu waktu. Contoh seperti direktori, table Nama, jadwal.
Metode ini masih menggunakan key field untuk setiap record, tetapi tidak menggunakan konsep yang berurut. Metode direct menggunakan fungsi hashing pada nilai kunci dari file Metode Hashing intinya digunakan untuk mengurangi banyaknya ruang alamat yang digunakan serta melakukan pemetaaan (melakukan konversi) dari kunci rekaman yang memiliki cakupan nilai yang luas ke nilai alamat yang memiliki cakupan yang telah dipersempit
Untuk melakukan pemetaan (konversi) dari kunci rekaman ke alamat rekaman digunakan suatu fungsi yang dinamakan Fungsi Hash sedangkan output dari fungsi hash dinamakan sebagai home address dari rekaman yang kuncinya diproses, bentuk dari fungsi hash :
f (key) address
Keuntungan
kemampuan  mengakses record secara langsung. Sebuah record dapat di  retrieve,  insert,  modifikasi  atau  di delete; tampa mempengaruhi record lain dalam berkas yang sama.


Contoh : Magnetic Disk

Direct Access
Ø  Seperti sequential access, direct access juga menggunaka shared read/write mechanism, tetapi setiap blok dan record memiliki alamat yang unik berdasarkan lokasi fisik.
Ø  Akses dilakukan secara langsung terhadap kisaran umum (general vicinity) untuk mencapai lokasi akhir.
Ø  Waktu aksesnya bervariasi.
Ø  Contoh direct access adalah akses pada disk.


 1. Sequential Access
       Memori diorganisasikan menjadi unit-unit data, yang disebut record.
       Akses dibuat dalam bentuk urutan linier yang spesifik.
       Informasi pengalamatan dipakai untuk memisahkan record-record dan untuk membantu proses pencarian.
       Mekanisme baca/tulis digunakan secara bersama (shared read/write mechanism), dengan cara berjalan menuju lokasi yang diinginkan untuk mengeluarkan record.
       Waktu access record sangat bervariasi.
       Contoh sequential access adalah akses pada pita magnetik
2. Direct Access
       Seperti sequential access, direct access juga menggunaka shared read/write mechanism, tetapi setiap blok dan record memiliki alamat yang unik berdasarkan lokasi fisik.
       Akses dilakukan secara langsung terhadap kisaran umum (general vicinity) untuk mencapai lokasi akhir.
       Waktu aksesnya bervariasi.
        Contoh direct access adalah akses pada disk.

3.  Random Access
       Setiap lokasi dapat dipilih secara random dan diakses serta dialamati secara langsung.
       Waktu untuk mengakses lokasi tertentu tidak tergantung pada urutan akses sebelumnya dan bersifat konstan.
       Contoh random access adalah sistem memori utama.

4. Associative Access
       Setiap word dapat dicari berdasarkan pada isinya dan bukan berdasarkan alamatnya.
       Seperti pada RAM, setiap lokasi memiliki mekanisme pengalamatannya sendiri.
       Waktu pencariannya tidak bergantung secara konstan terhadap lokasi atau pola access sebelumnya.
       Contoh associative access adalah memori cache.

 1. Direct Access;
  Adalah suatu cara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record  yang ada. Contoh : Magnetic Disk.
2. Sequential Access;
  Adalah suatu cara pengaksesan record, yang didahului pengaksesan record-record di  depannya. Contoh : Magnetic Tape.
Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses pemilihan organisasi file :
· Karakteristik dari media penyimpanan yang digunakan
· Volume dan frekuensi dari transaksi yang diproses
· Respontime yang diperlukan
Cara memilih organisasi file tidak terlepas dari 2 aspek utama, yaitu :
1. Menurut Model penggunaannya ada 2 cara :
 1. Batch; Suatu proses yang dilakukan secara group atau kelompok.
 2. Interactive; Suatu proses yang dilakukan secara satu persatu, yaitu record demi record.
2. Menurut model OPERASI FILE ada 4 cara :
 1. Creation;
  > Membuat struktur file lebih dahulu, menentukan banyak record baru, kemudian    record-record dimuat ke dalam file tersebut.
  > Membuat file dengan cara merekam record demi record.
 2. Update;
  Untuk menjaga agar file tetap up to date.
  Contoh: Insert / Add, Modification, Deletion.
 3. Retrieval;
  Pengaksesan sebuah file dengan tujuan untuk mendapatkan informasi.
  Inquiry: Volume data rendah, model proses interactive.
  Report Generation: Volume data tinggi, model proses batch.

  File Retrieval terbagi 2, yaitu :
  1. Comprehensive Retrieval,
    Mendapatkan informasi dari semua record dalam sebuah file.
   Contoh : * Display all
     * List nama, alamat
  2. Selective Retrieval,
    Mendapatkan informasi dari record-record tertentu berdasarkan persyaratan   tertentu.
   Contoh : * List for gaji = 100000
     * List nama, npm, for angkatan = 93

 4. Maintenance;
   Perubahan yang dibuat terhadap file dengan tujuan memperbaiki penampilan  program dalam mengakses file tersebut.
  > Restructuring
    Perubahan struktur file.
   Misalnya :
    Panjang field diubah, penambahan field baru, panjang record dirubah.
  > Reorganization
    Perubahan organisasi file dari organisasi yang satu, menjadi organisasi file    yang lain.
   Misalnya :
    * Dari organisasi file sequential menjadi indeks sequential.
    * Dari direct menjadi sequential.












DAFTAR PUSTAKA
http://lagumellow23.blogspot.com/2010/11/sistem-berkas-langsung.html
 http://restupamujitriatmoko.blogspot.com/2012/01/organisasi-file.html
http://cheesterzone.blogspot.com/2011/03/organisasi-berkas.html

No comments :